Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Playbook lanjut

Playbook: Migrasi Website dan Pindah Domain

Migrasi adalah satu-satunya kegiatan SEO yang bisa menghapus bertahun-tahun hasil dalam satu malam. Hampir semua kegagalannya berasal dari dua hal: daftar URL lama yang tidak lengkap, dan redirect yang tidak diuji sebelum hari H. Playbook ini dibangun di sekitar keduanya.

Oleh Diterbitkan 6 menit baca

Waktu
2–6 minggu persiapan; 1 hari eksekusi; 90 hari pemantauan
Cakupan
Pindah domain, ganti CMS atau platform, ganti struktur URL, HTTP ke HTTPS, atau kombinasinya
Prasyarat
Akses server lama dan baru; Search Console kedua properti; staging yang bisa di-crawl
Alat
Crawler desktop; spreadsheet; generator redirect; Search Console; log server

Jenis migrasi dan risikonya

JenisURL berubah?Risiko utamaAlat Google
HTTP → HTTPSProtokol sajaRendah; chain redirect dan mixed contentTidak perlu Change of Address
Ganti domain, struktur samaHost sajaSedang; redirect per URL wajibChange of Address
Ganti struktur URL, domain samaPathTinggi; pemetaan satu-ke-satu wajibTidak ada; hanya redirect
Ganti CMS/platformSering path ikut berubahTinggi; template, canonical, robots, sitemap semua baru
Gabungan (domain + struktur + platform)SemuaSangat tinggi; Google menyarankan memecah jadi tahapChange of Address untuk bagian domain

Google secara eksplisit menyarankan tidak menggabungkan beberapa jenis migrasi sekaligus kalau bisa dihindari, karena ketika trafik turun, tidak ada cara memisahkan penyebabnya.

Sebelum hari H

  1. Inventaris URL lama

    Daftar ini harus lengkap. URL yang terlewat adalah URL yang jadi 404 setelah migrasi.

    Cek

    Gabungkan dari: crawl penuh situs lama; sitemap lama; Search Console → Performance (semua halaman dengan impresi, 16 bulan); Search Console → Page indexing (semua URL yang Google ketahui, termasuk yang tidak diindeks); analytics (semua landing page); laporan Links (halaman dengan backlink); log server (URL yang benar-benar diminta, termasuk oleh bot); redirect yang sudah ada dari migrasi sebelumnya.

    Tafsir

    Sumber yang berbeda menemukan URL yang berbeda. Crawl menemukan yang tertaut; Search Console menemukan yang Google ingat; backlink menemukan yang orang lain tautkan; log menemukan yang masih diminta. Semuanya perlu redirect.

    Tindakan

    Satu spreadsheet, kolom pertama URL lama (dinormalkan), dengan kolom: sumber, status saat ini, klik 12 bulan, backlink, prioritas.

    Verifikasi

    Jumlah baris lebih besar dari jumlah URL di sitemap lama. Kalau sama, ada sumber yang belum digabung.

  2. Pemetaan redirect satu-ke-satu

    Cek

    Untuk tiap URL lama, tentukan URL baru yang isinya setara. Kalau tidak ada padanan: kategori induk terdekat, atau biarkan 404/410 untuk halaman yang memang dihapus.

    Tafsir

    Redirect ke beranda untuk halaman yang tidak ada padanannya diperlakukan Google sebagai soft 404. Lebih jujur mengembalikan 410. Chain (lama → lama lain → baru) harus diratakan jadi lama → baru.

    Tindakan

    Isi kolom URL baru. Buat aturan dengan generator redirect, yang sekaligus memeriksa duplikat, loop, dan chain. Untuk pola yang seragam (misalnya /blog/2019/03/slug//artikel/slug/), pakai satu aturan regex, tapi tetap uji terhadap daftar lengkap.

    Verifikasi

    Tidak ada URL lama tanpa keputusan. Tidak ada URL baru di kolom target yang berstatus selain 200 di staging.

  3. Uji di staging

    Cek

    Crawl staging (buka akses untuk IP sendiri, atau pakai autentikasi di crawler). Periksa: robots.txt staging (biasanya Disallow: /, yang harus diganti saat live), meta robots, canonical (harus menunjuk domain baru, bukan staging), sitemap baru, internal link (tidak menunjuk domain lama atau staging), structured data, hreflang bila ada, title dan meta description, kode status semua halaman.

    Tafsir

    Canonical yang menunjuk ke staging atau ke domain lama adalah kesalahan paling umum dan paling merusak setelah redirect yang hilang. Internal link ke domain lama membuat setiap klik melewati redirect.

    Tindakan

    Perbaiki di template, bukan per halaman. Uji aturan redirect di staging dengan mode List dari daftar URL lama (arahkan ke host staging): tiap URL harus 301 tepat satu kali ke target yang benar dengan status 200.

    Verifikasi

    Crawl ulang staging bersih: 0 canonical salah, 0 link ke domain lama, semua URL lama dari daftar menghasilkan satu 301 ke 200.

  4. Siapkan properti dan pengukuran

    Cek

    Search Console: properti untuk domain baru sudah diverifikasi (properti Domain). Analytics: tag terpasang di staging dan diuji. Catat angka awal: klik, impresi, jumlah indexed, posisi query utama, waktu respons server.

    Tafsir

    Tanpa angka awal, tidak ada cara tahu apakah migrasi berhasil.

    Tindakan

    Simpan ekspor Performance 16 bulan dan Page indexing situs lama. Data itu hilang dari properti lama seiring waktu.

    Verifikasi

    Ada satu berkas "baseline" bertanggal.

Hari H

  1. Urutan eksekusi

    Cek

    Pilih waktu trafik rendah. Urutan: (1) pasang situs baru; (2) ganti robots.txt staging dengan versi produksi; (3) aktifkan redirect di server lama; (4) pastikan DNS dan TLS domain baru benar; (5) kirim sitemap baru di Search Console; (6) untuk pindah domain, ajukan Change of Address di properti lama; (7) perbarui properti di alat lain (Bing Webmaster Tools, GBP, profil media sosial, tanda tangan email).

    Tafsir

    Redirect harus aktif sebelum siapa pun (termasuk Googlebot) menemukan URL lama mati. Change of Address hanya untuk pindah domain, dan hanya setelah redirect aktif.

    Tindakan

    Jalankan. Satu orang memegang daftar, satu orang mengeksekusi.

    Verifikasi

    Dalam satu jam: crawl daftar URL lama di produksi (mode List): semua 301 → 200. Crawl situs baru dari beranda: robots.txt benar, canonical benar, tidak ada noindex tak sengaja, sitemap 200. Uji 10 URL penting dengan URL Inspection → Test live URL di properti baru.

  2. Pertahankan server lama

    Cek

    Domain dan server lama harus terus menjawab redirect. Google menyarankan minimal satu tahun; link dari situs lain ke URL lama bertahan bertahun-tahun.

    Tafsir

    Mematikan server lama setelah tiga bulan berarti semua backlink ke URL lama jadi mati.

    Tindakan

    Perpanjang domain lama. Kalau server lama dimatikan, pindahkan aturan redirect ke tingkat DNS/CDN atau ke server baru yang juga menjawab host lama.

    Verifikasi

    Sampel URL lama masih 301 ke target yang benar setelah 1, 3, 6, 12 bulan.

90 hari setelahnya

  1. Minggu 1–2

    Cek

    Setiap hari: Page indexing properti baru (jumlah indexed naik) dan properti lama (berubah ke "Page with redirect"); Crawl stats properti baru (lonjakan permintaan adalah normal; yang dicari adalah 5xx dan 404); Performance kedua properti (klik pindah dari lama ke baru).

    Tafsir

    Klik total (lama + baru) yang turun 10–20% sementara adalah umum; turun lebih dari itu atau tidak pulih dalam beberapa minggu berarti ada yang salah. 404 di Crawl stats menunjuk URL lama yang terlewat dari pemetaan.

    Tindakan

    Tambahkan redirect untuk URL 404 yang ditemukan. Perbaiki 5xx segera; Google mengerem crawl kalau server tidak stabil.

    Verifikasi

    Jumlah 404 di Crawl stats turun ke tingkat normal.

  2. Minggu 3–8

    Cek

    Mingguan: Performance per halaman, bandingkan dengan baseline (URL lama dipetakan ke URL baru di spreadsheet). Query utama: posisi pulih? Laporan Links: backlink mulai dilaporkan di properti baru?

    Tafsir

    Halaman yang tidak pulih sementara yang lain pulih biasanya punya masalah spesifik: redirect ke padanan yang tidak setara, konten berubah, atau internal link berkurang.

    Tindakan

    Tangani halaman yang tertinggal satu per satu dengan URL Inspection.

    Verifikasi

    Sebagian besar halaman berada dalam ±15% dari baseline pada minggu ke-8, dengan pengecualian yang dijelaskan.

  3. Hari 90: tinjauan

    Cek

    Bandingkan total klik, impresi, indexed, dan posisi query utama dengan baseline. Daftar halaman yang belum pulih. Daftar URL lama yang masih diminta di log.

    Tafsir

    Kalau total pulih tapi distribusinya berbeda, migrasi berhasil dan perbedaannya adalah kompetisi atau perubahan konten. Kalau total belum pulih, ikuti playbook diagnosis trafik turun; jalur teknisnya sudah tahu ke mana harus melihat.

    Tindakan

    Tulis laporan satu halaman. Jadwalkan pemeriksaan redirect di bulan ke-6 dan ke-12.

    Verifikasi

    Laporan bertanggal, dengan angka.

Checklist ringkas

  • Inventaris URL lama dari 7 sumber (crawl, sitemap, Performance, Page indexing, analytics, Links, log).
  • Pemetaan satu-ke-satu, tanpa chain, tanpa redirect massal ke beranda.
  • Staging: canonical ke domain baru, tidak ada link ke domain lama, robots.txt produksi disiapkan.
  • Aturan redirect diuji terhadap daftar lengkap sebelum hari H.
  • Baseline diekspor dan disimpan.
  • Hari H: redirect aktif sebelum situs lama mati; sitemap dikirim; Change of Address bila pindah domain.
  • Server dan domain lama dipertahankan minimal satu tahun.
  • Pemantauan harian 2 minggu, mingguan sampai hari 90.

Rujukan

  1. Site moves with URL changes Google Search Central
  2. Site moves (dengan dan tanpa perubahan URL) Google Search Central
  3. Change of Address tool Search Console Help
  4. Redirects and Google Search Google Search Central

Tentang penulis

Ahmad Safwan menulis dan mendokumentasikan pembelajaran tentang SEO, technical SEO, search visibility, dan perkembangan AI Search di situs ini. Koreksi dan pertanyaan lewat halaman kontak.

Lanjut membaca

  • Audit indexingmenengah

    Sitemap vs crawl vs Page indexing, kelompokkan, tindakan per kelompok.

  • Diagnosis trafik turunmenengah

    Pastikan datanya benar dulu, lalu persempit: kapan, di mana, halaman mana.