Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Hub

Site Architecture & Internal Linking

Arsitektur situs menentukan apakah halaman ke-500 masih bisa ditemukan, dipahami konteksnya, dan menerima sinyal dari halaman lain. Keputusan yang diambil saat situs punya 20 halaman menentukan apa yang terjadi saat punya 2.000.

Struktur situs bekerja untuk dua pembaca sekaligus: orang yang mencari jalan, dan crawler yang mencoba memahami hubungan antar-halaman. Keduanya menyukai hal yang sama: hierarki yang dangkal, pengelompokan yang konsisten, dan link yang menjelaskan tujuannya.

Tiga model yang biasa dipakai

ModelBentukCocok untukRisiko
Hierarki / siloBeranda → hub topik → halaman. Link mengalir dalam silo dan ke atas.Basis pengetahuan, katalog, situs yang tumbuh besarSilo terlalu ketat memutus link lintas topik yang sebenarnya relevan
Hub and spokeSatu halaman pusat (hub) menautkan semua halaman pendukung (spoke), dan tiap spoke menautkan balik ke hub.Cluster topik di dalam siloSpoke tidak saling tertaut, sehingga hub jadi satu-satunya jalur
DatarSemua halaman satu klik dari beranda.Situs kecil (< 50 halaman)Tidak bisa tumbuh; navigasi jadi daftar 200 item

Situs ini memakai hierarki dengan hub and spoke di dalam tiap silo: beranda → hub (misalnya Technical SEO) → panduan. Tiap panduan menautkan hub-nya, panduan lain di silo yang sama, dan panduan di silo lain bila konsepnya memang terkait. Aturan praktisnya: halaman penting tidak lebih dari tiga klik dari beranda, dan tidak ada halaman yang hanya punya satu jalur masuk.

Panduan struktur situs

  1. Internal linkpemula

    Jenis link, prinsip penempatan, dan cara audit dengan crawler.

  2. Anchor textpemula

    Jenis anchor, cara menulis yang deskriptif, dan pola yang perlu dihindari.

  3. Orphan pagemenengah

    Penyebab, cara menemukannya dengan membandingkan crawl dan sitemap, dan perbaikannya.

  4. Crawl depthmenengah

    Cara mengukur kedalaman, ambang yang masuk akal, dan cara mendangkalkan struktur tanpa merusak taksonomi.

Keputusan struktur yang perlu diambil di awal

URL

Huruf kecil, kata dipisah tanda hubung, tanpa tanggal untuk konten evergreen, tanpa parameter untuk halaman utama, dan konsisten soal garis miring akhir. Struktur direktori mencerminkan silo (/technical-seo/canonical/), tapi tidak lebih dari dua tingkat untuk konten, karena kedalaman URL tidak sama dengan kedalaman klik dan hanya menyulitkan perubahan taksonomi nanti.

Taksonomi

Satu halaman, satu induk utama. Kategori boleh banyak, tapi breadcrumb dan URL mengikuti satu jalur. Tag bebas boleh ada untuk pembaca, tapi halaman tag biasanya di-noindex karena isinya duplikat daftar.

Menu utama memuat 5–7 item paling penting; sisanya lewat menu "semua topik", footer yang ringkas, dan link kontekstual. Menu yang memuat 40 link memberi sinyal yang sama ke semua halaman, yang artinya tidak memberi sinyal apa pun.

Selalu ada di halaman selain beranda, mencerminkan jalur induk, dan diberi BreadcrumbList structured data. Breadcrumb adalah internal link paling konsisten di seluruh situs dan cara termurah memberi tahu Google hierarki.

Bagaimana sinyal mengalir

Beranda (paling banyak link masuk)Hub Technical SEOPanduan RedirectPanduan Sitemap
Panduan Canonical
Halaman menerima sinyal dari semua halaman yang menautkannya. Halaman yang hanya ditautkan dari satu halaman dalam menerima sedikit; halaman yang ditautkan dari hub dan beberapa halaman setara menerima banyak.

Secara konsep, ini PageRank yang bekerja di dalam satu situs: halaman yang banyak ditautkan dari halaman yang sendirinya banyak ditautkan dianggap lebih penting, di-crawl lebih sering, dan sinyalnya lebih kuat. Internal link adalah satu-satunya sinyal semacam ini yang sepenuhnya kita kendalikan.

Cara audit struktur yang ada

  • Crawl situs dengan Screaming Frog atau Sitebulb dari beranda. Ekspor kolom: URL, crawl depth, jumlah inlink, halaman yang menautkan.
  • Urutkan berdasarkan crawl depth. Halaman penting di kedalaman ≥ 4 adalah masalah pertama.
  • Urutkan berdasarkan inlink. Halaman dengan 0–1 inlink (di luar sitemap) adalah orphan atau nyaris orphan.
  • Bandingkan daftar crawl dengan sitemap. URL yang ada di sitemap tapi tidak ditemukan crawl adalah orphan sejati.
  • Periksa anchor text yang dipakai: berapa persen "baca selengkapnya", "klik di sini", atau URL mentah?
  • Periksa breadcrumb: apakah tiap halaman punya, dan apakah jalurnya cocok dengan URL?

Rujukan

  1. SEO Starter Guide: organize your site hierarchy Google Search Central
  2. URL structure best practices for Google Google Search Central
  3. Breadcrumb (BreadcrumbList) structured data Google Search Central