Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Template

Template Content Brief

Brief yang baik membuat penulis mana pun menghasilkan halaman yang tepat intent, tanpa harus mengulang riset. Yang membedakan brief ini dari daftar keyword: ia memaksa menyatakan format, sudut pandang, dan apa yang halaman ini tambahkan sebelum satu kata ditulis.

Oleh Diterbitkan

Template

Salin tabel di bawah. Baris yang bertanda wajib tidak boleh kosong; brief tanpa baris itu dikembalikan.

BagianIsiWajib
URL targetPath final, sesuai konvensi situs. Kalau memperluas halaman yang ada, tulis URL-nya dan bagian mana yang ditambah.Ya
Query utamaSatu query. Yang lain masuk "query sekunder".Ya
Query sekunderVariasi dan sub-pertanyaan yang harus dijawab di halaman yang sama (dari cluster).Ya
Intent dan formatKelas intent + format yang mendominasi SERP (definisi / tutorial / perbandingan / troubleshooting / daftar / alat). Sebutkan bukti: "8 dari 10 hasil teratas adalah tutorial bernomor".Ya
AudiensSiapa yang mencari dan apa yang sudah mereka tahu. "Pemilik toko yang baru buka Search Console" berbeda dari "developer yang membaca log".Ya
Jawaban utamaSatu sampai tiga kalimat yang menjawab query utama. Ini jadi paragraf pembuka. Kalau penulis brief tidak bisa menulisnya, risetnya belum selesai.Ya
Information gainApa yang halaman ini punya yang tidak ada di tiga hasil teratas: tabel keputusan, mekanisme, contoh, skenario gagal, data. Minimal satu, spesifik.Ya
Struktur headingDaftar H2 (dan H3 bila perlu) dalam urutan. Tiap H2 adalah pertanyaan atau pernyataan yang bisa dijawab sendiri.Ya
Entitas yang harus disebutNama alat, dokumen resmi, istilah, produk, orang, dengan ejaan yang benar.Ya
Sumber primerURL dokumentasi resmi atau sumber asli yang harus dirujuk. Klaim teknis tanpa sumber di sini tidak boleh masuk halaman.Ya
Internal link keluarHalaman di situs yang harus ditautkan, dengan konteks (bukan hanya URL).Ya
Internal link masukHalaman yang ada yang akan diperbarui untuk menautkan halaman baru ini, minimal dua.Ya
Yang tidak bolehKlaim yang tidak boleh dibuat (jaminan, statistik tanpa sumber, pengalaman yang tidak terjadi), topik yang sengaja tidak dibahas karena ada di halaman lain.Ya
Title tag dan meta descriptionDraf, diuji dengan SERP preview.Tidak (boleh ditulis terakhir)
VisualDiagram, tabel, atau screenshot yang dibutuhkan, dan apa yang harus ditunjukkannya.Tidak
PanjangPerkiraan, sebagai konsekuensi struktur, bukan target. "Cukup untuk menjawab semua H2" lebih baik dari "2.000 kata".Tidak
Kriteria selesaiDaftar cek yang bisa diverifikasi: semua H2 dijawab di paragraf pertamanya; semua entitas disebut; semua sumber ditautkan; lolos checklist QA.Ya

Contoh yang terisi

URL target        : /technical-seo/canonical/
Query utama       : canonical tag
Query sekunder    : canonical url, rel canonical, apa itu canonical, cara cek canonical di search console
Intent / format   : informasional / definisi + mekanisme. SERP: 9/10 artikel penjelasan, 1 dokumentasi Google. Featured snippet berupa definisi satu kalimat.
Audiens           : pemilik situs dan praktisi yang sudah tahu istilahnya tapi bingung kenapa Google memilih URL lain
Jawaban utama     : Canonical tag adalah elemen HTML yang memberi sinyal URL mana yang mewakili sekumpulan halaman serupa. Google menggabungkan sinyal ke URL itu, tapi bisa memilih URL lain kalau sinyal lain bertentangan.
Information gain  : tabel kekuatan sinyal kanonikalisasi menurut dokumentasi Google; daftar skenario Google memilih URL lain; tabel "kapan canonical bukan alatnya"
Heading           : Masalah yang diselesaikan / Cara pasang / Bagaimana Google memilih canonical / Kapan canonical bukan alat yang tepat / Cara mengecek canonical yang dipilih Google / Canonical lintas domain
Entitas           : rel="canonical", Google-selected canonical, User-declared canonical, URL Inspection, Page indexing, "Duplicate, Google chose different canonical than user", hreflang
Sumber primer     : developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/consolidate-duplicate-urls ; .../canonicalization ; support.google.com/webmasters/answer/7440203
Link keluar       : redirect (sinyal lebih kuat), sitemap (sinyal lemah), noindex (alat untuk kasus lain), URL Inspection (cara cek), internal link (sinyal yang bertentangan)
Link masuk        : dari hub technical SEO (daftar), dari halaman redirect (bagian kanonikalisasi), dari halaman sitemap (bagian sinyal lemah)
Tidak boleh       : "canonical meneruskan link juice 100%", klaim persentase apa pun, "canonical memaksa Google"
Kriteria selesai  : tiap H2 dijawab di paragraf pertama; 3 sumber Google ditautkan; tabel sinyal ada; lolos checklist QA

Kenapa kolom "information gain" wajib

Karena tanpa itu, brief menghasilkan halaman ke-11 yang sama dengan sepuluh halaman yang sudah berperingkat, dan halaman seperti itu tidak punya alasan untuk diindeks, apalagi berperingkat. Kalau tidak ada yang bisa ditulis di kolom itu setelah membaca tiga hasil teratas, keputusan yang benar adalah tidak menulis halaman itu, atau menulisnya sebagai bagian dari halaman lain.

Rujukan

  1. Creating helpful, reliable, people-first content Google Search Central