Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Keyword Research menengah

Keyword Difficulty

Skor kesulitan di alat keyword hampir selalu dihitung dari satu hal: backlink halaman-halaman di sepuluh teratas. Itu berguna, tapi bukan satu-satunya yang menentukan, dan untuk topik yang SERP-nya didominasi halaman lemah, skor itu menyesatkan ke dua arah.

Oleh Diterbitkan 3 menit baca

Keyword difficulty (KD) adalah skor perkiraan, biasanya 0–100, tentang seberapa sulit sebuah halaman baru masuk ke halaman pertama hasil pencarian untuk keyword tertentu. Tiap alat menghitungnya dengan rumus sendiri, umumnya berdasarkan jumlah dan kualitas domain yang menautkan ke halaman-halaman yang sedang berperingkat. Skor dari alat berbeda tidak bisa dibandingkan satu sama lain.

Cara alat menghitungnya

AlatDasar perhitungan (menurut dokumentasi masing-masing)
Ahrefs KDJumlah referring domain ke halaman-halaman di 10 teratas. Skala logaritmik: KD 40 jauh lebih sulit dari KD 20, bukan dua kali.
Semrush KD%Otoritas domain dan backlink halaman peringkat, ditambah faktor seperti fitur SERP dan intent.
Moz DifficultyPage Authority dan Domain Authority halaman-halaman peringkat, dengan penyesuaian CTR.
SE RankingKombinasi metrik otoritas dan backlink, dengan bobot per posisi.

Yang sama di semuanya: link adalah bahan utamanya. Yang tidak ada di semuanya: apakah halaman-halaman itu benar-benar menjawab query dengan baik, apakah formatnya cocok dengan intent, apakah kontennya usang, dan apakah situs kita punya topical authority di area itu.

Apa yang tidak diukur KD

  • Kualitas dan kecocokan konten. SERP bisa dipenuhi halaman dengan banyak backlink tapi isinya generik dan usang. KD tinggi, tapi peluang sebenarnya ada.
  • Kecocokan dengan situs kita. KD dihitung untuk "halaman baru pada umumnya". Situs yang sudah punya sepuluh halaman kuat di topik yang sama menghadapi kesulitan yang berbeda dari situs baru.
  • Fitur SERP. Sebagian alat memperhitungkannya, tapi tidak ada yang menangkap bahwa posisi 1 di bawah AI Overview dan tiga iklan bernilai jauh lebih kecil.
  • Intent yang terbelah. Keyword dengan SERP campuran bisa berskor rendah tapi sulit karena Google tidak yakin format apa yang diinginkan.
  • Bahasa Indonesia. Basis data backlink untuk situs Indonesia lebih tipis; halaman dengan sedikit link tercatat bisa punya otoritas yang tidak terlihat alat.

Menilai kesulitan secara manual

Untuk cluster yang penting, lima menit membaca SERP memberi gambaran yang lebih baik dari skor mana pun. Yang diperiksa:

PertanyaanTanda lebih mudahTanda lebih sulit
Siapa yang berperingkat?Forum, blog pribadi, halaman generik dari situs besar yang bukan spesialisSitus spesialis, dokumentasi resmi, brand besar dengan halaman khusus
Seberapa cocok format mereka?Halaman definisi untuk query tutorial; halaman produk untuk query informasionalFormat sudah persis sesuai intent
Seberapa baru?Tanggal lama, screenshot UI usang, menyebut fitur yang sudah tidak adaDiperbarui rutin
Seberapa dalam?Menjawab permukaan saja; PAA penuh pertanyaan yang tidak mereka jawabMenjawab pertanyaan lanjutan, punya contoh dan data
Apakah ada halaman yang lemah di 10 teratas?Ya, minimal satuTidak ada
Apakah brand mendominasi?TidakSitelinks dan knowledge panel untuk satu brand

Kalau tiga atau lebih kolom "lebih mudah" terisi, KD 50 dari alat tidak perlu menghentikan. Kalau semua kolom "lebih sulit", KD 20 tidak berarti mudah.

Cara memakai KD dalam prioritas

  1. Pakai KD untuk menyaring kasar: buang cluster dengan skor ekstrem untuk situs baru, kecuali topiknya inti bagi situs.
  2. Untuk sisanya, lakukan penilaian manual di atas.
  3. Urutkan berdasarkan kombinasi: kecocokan tujuan, hasil penilaian manual, dan dukungan internal link. Volume dan KD hanya dua kolom di antara lima.
  4. Untuk topik inti dengan KD tinggi, tetap tulis, tapi bangun dari halaman pendukung dulu (long-tail dan sub-topik) supaya halaman inti punya jaringan internal saat diterbitkan.

Kesulitan dan topical authority

Kesulitan sebuah keyword bagi situs kita turun seiring bertambahnya halaman berkualitas di topik yang sama, karena Google menilai situs sebagai sumber yang menyeluruh untuk topik itu, dan internal link dari halaman-halaman yang sudah berperingkat mengalirkan sinyal ke halaman baru. Itu sebabnya situs ini disusun dalam silo yang saling terhubung, bukan daftar artikel lepas: kesulitan setiap halaman berikutnya sedikit lebih rendah dari yang sebelumnya. Ini hipotesis industri yang didukung banyak pengamatan, bukan dokumentasi Google, walau Google memang menyebut "expertise" dan cakupan topik dalam panduan konten bermanfaat.

Rujukan

  1. Keyword Difficulty: what it is and how it's calculated Ahrefs
  2. Keyword Difficulty Semrush Knowledge Base
  3. Creating helpful, reliable, people-first content Google Search Central

Tentang penulis

Ahmad Safwan menulis dan mendokumentasikan pembelajaran tentang SEO, technical SEO, search visibility, dan perkembangan AI Search di situs ini. Koreksi dan pertanyaan lewat halaman kontak.

Lanjut membaca

  • Cara riset keywordpemula

    Alur lima langkah yang bisa diulang, dengan alat gratis dan berbayar.

  • Long-tail keywordpemula

    Perbedaan dengan short-tail, cara menemukannya, dan kapan cukup jadi bagian halaman.

  • Search volumepemula

    Dari mana angkanya, kenapa tiap alat berbeda, dan kenapa nol bukan berarti tidak ada.