Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Keyword Research pemula

Cara Riset Keyword dari Nol

Alur di bawah dirancang supaya hasilnya bisa dicek ulang orang lain dan diulang untuk topik berikutnya. Alat berbayar mempercepat langkah kedua, tapi tidak satu pun langkah yang mewajibkannya.

Oleh Diterbitkan 4 menit baca

Prasyarat: tahu siapa audiensnya dan apa yang situs ingin capai dari mereka. Riset keyword tanpa itu menghasilkan daftar panjang yang tidak ada gunanya, karena "volume tinggi" bukan tujuan.

Langkah 1: kumpulkan seed keyword

Seed adalah 5 sampai 20 topik inti, ditulis dengan bahasa audiens, bukan bahasa internal. Sumbernya:

  • Pertanyaan yang benar-benar diajukan pelanggan atau pembaca (email, komentar, tiket support, grup komunitas).
  • Kategori produk atau layanan, ditulis ulang sebagai masalah yang diselesaikan.
  • Laporan Performance di Search Console, kalau situs sudah berjalan: query dengan impresi tinggi tapi klik rendah sering menunjukkan topik yang orang cari tapi belum dilayani halaman yang tepat.
  • Halaman kompetitor yang mendatangkan trafik terbanyak (fitur "top pages" di Ahrefs/Semrush).

Contoh seed untuk situs ini: "search console", "canonical", "robots.txt", "ai overview", "riset keyword".

Langkah 2: ekspansi

Tiap seed dikembangkan jadi puluhan sampai ratusan variasi. Pakai beberapa sumber sekaligus karena masing-masing menangkap hal berbeda.

SumberYang ditangkapCara
Google autocompleteCara orang benar-benar mengetik, termasuk salah eja dan istilah campuranKetik seed, lalu seed + tiap huruf a–z, seed + "cara", "apa itu", "kenapa", "vs"
People Also AskPertanyaan lanjutanKlik beberapa pertanyaan supaya Google memuat pertanyaan baru
Related searchesTopik bertetanggaBagian bawah SERP
Search ConsoleQuery yang sudah menemukan situs kitaPerformance → filter halaman → lihat query; ekspor
Alat keywordVolume, variasi massal, keyword kompetitorKeyword Explorer / Keyword Magic Tool dengan filter bahasa Indonesia
Forum dan komunitasBahasa dan masalah nyata yang belum jadi query populerGrup Facebook SEO Indonesia, Reddit, Kaskus, Quora

Simpan semuanya di satu spreadsheet dengan kolom: keyword, sumber, volume (kalau ada). Jangan menyaring dulu.

Langkah 3: klasifikasi intent dan format

Untuk tiap keyword yang layak dipertimbangkan, cari di Google (incognito, lokasi target) dan catat dua hal: kelas intent (informasional, navigasional, komersial, transaksional) dan format yang mendominasi sepuluh teratas (definisi, tutorial, perbandingan, daftar, alat, produk). Keyword dengan volume besar tapi intent yang tidak bisa dilayani situs kita (misalnya navigasional ke brand lain) dibuang di sini.

Langkah 4: pengelompokan (clustering)

Dua keyword masuk satu cluster kalau SERP-nya berbagi sebagian besar URL yang sama (patokan umum: 3 dari 10 teratas atau lebih). Artinya Google menganggap keduanya satu intent, dan satu halaman bisa melayani keduanya. Cara manual: buka SERP dua keyword berdampingan dan bandingkan. Cara otomatis: alat clustering berbasis SERP.

Contoh dua cluster yang berdekatan tapi diputuskan berbeda
cluster: canonical
  primary   : canonical tag
  secondary : canonical url, rel canonical, apa itu canonical, canonical seo
  intent    : informasional / definisi
  url       : /technical-seo/canonical/

cluster: cek canonical
  primary   : cara cek canonical di search console
  secondary : google-selected canonical, canonical berbeda search console
  intent    : informasional / tutorial
  url       : bagian "Cara mengecek" di /technical-seo/canonical/  (bukan halaman sendiri)

Langkah 5: pemetaan ke URL

Satu cluster, satu URL. Tulis di keyword map: URL target (yang sudah ada atau yang akan dibuat), primary keyword, secondary keyword, intent, format, dan status. Kalau cluster baru ternyata tumpang tindih dengan URL yang sudah ada, keputusannya adalah memperluas halaman itu, bukan membuat halaman baru. Ini satu-satunya cara mencegah kanibalisasi sejak awal.

Langkah 6: prioritas

Volume bukan satu-satunya faktor, dan sering bukan yang utama. Empat pertimbangan yang lebih berguna:

  1. Kecocokan dengan tujuan. Keyword yang mendekatkan orang ke apa yang situs tawarkan lebih berharga daripada keyword ramai yang tidak.
  2. Kesulitan realistis. Baca keyword difficulty dengan skeptis; untuk situs baru, prioritaskan cluster yang SERP-nya masih berisi halaman lemah.
  3. Dukungan internal. Halaman baru yang bisa ditautkan dari lima halaman yang sudah punya trafik akan lebih cepat dinilai daripada halaman yang berdiri sendiri.
  4. Kelengkapan silo. Halaman yang menutup celah di silo yang sudah ada memperkuat topical authority; halaman untuk topik baru yang terpisah tidak.

Alur singkat untuk situs kecil tanpa alat berbayar

  • Tulis 10 seed dari pertanyaan pelanggan.
  • Untuk tiap seed, kumpulkan autocomplete (seed + a–z) dan semua People Also Ask. Sekitar 30–60 variasi per seed.
  • Buang yang navigasional ke brand lain dan yang intent-nya tidak bisa dilayani.
  • Kelompokkan manual dengan membandingkan SERP; biasanya 200 variasi menyusut jadi 20–40 cluster.
  • Petakan tiap cluster ke URL. Kalau URL-nya belum ada, itu daftar tulisan berikutnya.
  • Prioritaskan cluster yang paling dekat dengan tujuan situs dan paling mudah ditautkan dari halaman yang ada.
  • Setelah 3 bulan, buka Search Console dan tambahkan query baru yang muncul ke spreadsheet. Ulangi.

Yang sering salah

  • Mulai dari alat, bukan dari audiens. Hasilnya daftar keyword generik yang sama dengan semua kompetitor.
  • Membuang keyword bervolume nol. Untuk bahasa Indonesia dan topik teknis, basis data alat sering tidak punya angka. Lihat zero-volume keyword.
  • Satu keyword, satu halaman. Menghasilkan puluhan halaman tipis yang saling berebut.
  • Riset sekali, lalu selesai. Query berubah. Search Console adalah alat riset gratis yang diperbarui tiap hari.

Rujukan

  1. Performance report (Search) Search Console Help
  2. Google Trends: help Google

Tentang penulis

Ahmad Safwan menulis dan mendokumentasikan pembelajaran tentang SEO, technical SEO, search visibility, dan perkembangan AI Search di situs ini. Koreksi dan pertanyaan lewat halaman kontak.

Lanjut membaca

  • Long-tail keywordpemula

    Perbedaan dengan short-tail, cara menemukannya, dan kapan cukup jadi bagian halaman.

  • Search volumepemula

    Dari mana angkanya, kenapa tiap alat berbeda, dan kenapa nol bukan berarti tidak ada.

  • Keyword difficultymenengah

    Cara alat menghitung KD, apa yang tidak diukur, dan penilaian manual dari SERP.