Keyword Research pemula
Cara Riset Keyword dari Nol
Alur di bawah dirancang supaya hasilnya bisa dicek ulang orang lain dan diulang untuk topik berikutnya. Alat berbayar mempercepat langkah kedua, tapi tidak satu pun langkah yang mewajibkannya.
Prasyarat: tahu siapa audiensnya dan apa yang situs ingin capai dari mereka. Riset keyword tanpa itu menghasilkan daftar panjang yang tidak ada gunanya, karena "volume tinggi" bukan tujuan.
Langkah 1: kumpulkan seed keyword
Seed adalah 5 sampai 20 topik inti, ditulis dengan bahasa audiens, bukan bahasa internal. Sumbernya:
- Pertanyaan yang benar-benar diajukan pelanggan atau pembaca (email, komentar, tiket support, grup komunitas).
- Kategori produk atau layanan, ditulis ulang sebagai masalah yang diselesaikan.
- Laporan Performance di Search Console, kalau situs sudah berjalan: query dengan impresi tinggi tapi klik rendah sering menunjukkan topik yang orang cari tapi belum dilayani halaman yang tepat.
- Halaman kompetitor yang mendatangkan trafik terbanyak (fitur "top pages" di Ahrefs/Semrush).
Contoh seed untuk situs ini: "search console", "canonical", "robots.txt", "ai overview", "riset keyword".
Langkah 2: ekspansi
Tiap seed dikembangkan jadi puluhan sampai ratusan variasi. Pakai beberapa sumber sekaligus karena masing-masing menangkap hal berbeda.
| Sumber | Yang ditangkap | Cara |
|---|---|---|
| Google autocomplete | Cara orang benar-benar mengetik, termasuk salah eja dan istilah campuran | Ketik seed, lalu seed + tiap huruf a–z, seed + "cara", "apa itu", "kenapa", "vs" |
| People Also Ask | Pertanyaan lanjutan | Klik beberapa pertanyaan supaya Google memuat pertanyaan baru |
| Related searches | Topik bertetangga | Bagian bawah SERP |
| Search Console | Query yang sudah menemukan situs kita | Performance → filter halaman → lihat query; ekspor |
| Alat keyword | Volume, variasi massal, keyword kompetitor | Keyword Explorer / Keyword Magic Tool dengan filter bahasa Indonesia |
| Forum dan komunitas | Bahasa dan masalah nyata yang belum jadi query populer | Grup Facebook SEO Indonesia, Reddit, Kaskus, Quora |
Simpan semuanya di satu spreadsheet dengan kolom: keyword, sumber, volume (kalau ada). Jangan menyaring dulu.
Langkah 3: klasifikasi intent dan format
Untuk tiap keyword yang layak dipertimbangkan, cari di Google (incognito, lokasi target) dan catat dua hal: kelas intent (informasional, navigasional, komersial, transaksional) dan format yang mendominasi sepuluh teratas (definisi, tutorial, perbandingan, daftar, alat, produk). Keyword dengan volume besar tapi intent yang tidak bisa dilayani situs kita (misalnya navigasional ke brand lain) dibuang di sini.
Langkah 4: pengelompokan (clustering)
Dua keyword masuk satu cluster kalau SERP-nya berbagi sebagian besar URL yang sama (patokan umum: 3 dari 10 teratas atau lebih). Artinya Google menganggap keduanya satu intent, dan satu halaman bisa melayani keduanya. Cara manual: buka SERP dua keyword berdampingan dan bandingkan. Cara otomatis: alat clustering berbasis SERP.
cluster: canonical
primary : canonical tag
secondary : canonical url, rel canonical, apa itu canonical, canonical seo
intent : informasional / definisi
url : /technical-seo/canonical/
cluster: cek canonical
primary : cara cek canonical di search console
secondary : google-selected canonical, canonical berbeda search console
intent : informasional / tutorial
url : bagian "Cara mengecek" di /technical-seo/canonical/ (bukan halaman sendiri)Langkah 5: pemetaan ke URL
Satu cluster, satu URL. Tulis di keyword map: URL target (yang sudah ada atau yang akan dibuat), primary keyword, secondary keyword, intent, format, dan status. Kalau cluster baru ternyata tumpang tindih dengan URL yang sudah ada, keputusannya adalah memperluas halaman itu, bukan membuat halaman baru. Ini satu-satunya cara mencegah kanibalisasi sejak awal.
Langkah 6: prioritas
Volume bukan satu-satunya faktor, dan sering bukan yang utama. Empat pertimbangan yang lebih berguna:
- Kecocokan dengan tujuan. Keyword yang mendekatkan orang ke apa yang situs tawarkan lebih berharga daripada keyword ramai yang tidak.
- Kesulitan realistis. Baca keyword difficulty dengan skeptis; untuk situs baru, prioritaskan cluster yang SERP-nya masih berisi halaman lemah.
- Dukungan internal. Halaman baru yang bisa ditautkan dari lima halaman yang sudah punya trafik akan lebih cepat dinilai daripada halaman yang berdiri sendiri.
- Kelengkapan silo. Halaman yang menutup celah di silo yang sudah ada memperkuat topical authority; halaman untuk topik baru yang terpisah tidak.
Alur singkat untuk situs kecil tanpa alat berbayar
- Tulis 10 seed dari pertanyaan pelanggan.
- Untuk tiap seed, kumpulkan autocomplete (seed + a–z) dan semua People Also Ask. Sekitar 30–60 variasi per seed.
- Buang yang navigasional ke brand lain dan yang intent-nya tidak bisa dilayani.
- Kelompokkan manual dengan membandingkan SERP; biasanya 200 variasi menyusut jadi 20–40 cluster.
- Petakan tiap cluster ke URL. Kalau URL-nya belum ada, itu daftar tulisan berikutnya.
- Prioritaskan cluster yang paling dekat dengan tujuan situs dan paling mudah ditautkan dari halaman yang ada.
- Setelah 3 bulan, buka Search Console dan tambahkan query baru yang muncul ke spreadsheet. Ulangi.
Yang sering salah
- Mulai dari alat, bukan dari audiens. Hasilnya daftar keyword generik yang sama dengan semua kompetitor.
- Membuang keyword bervolume nol. Untuk bahasa Indonesia dan topik teknis, basis data alat sering tidak punya angka. Lihat zero-volume keyword.
- Satu keyword, satu halaman. Menghasilkan puluhan halaman tipis yang saling berebut.
- Riset sekali, lalu selesai. Query berubah. Search Console adalah alat riset gratis yang diperbarui tiap hari.
Rujukan
- Performance report (Search) Search Console Help
- Google Trends: help Google