Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Site Architecture pemula

Anchor Text

Anchor text adalah satu-satunya bagian dari sebuah link yang dibaca manusia dan mesin dengan cara yang sama: sebagai deskripsi tujuan. Menyia-nyiakannya dengan "klik di sini" adalah kebiasaan yang murah untuk diperbaiki.

Oleh Diterbitkan 3 menit baca

Anchor text adalah teks yang terlihat dan bisa diklik pada sebuah link, yaitu isi di antara <a> dan </a>. Mesin pencari memakainya sebagai petunjuk tentang isi halaman tujuan; dokumentasi Google menyebut anchor text yang deskriptif membantu Google dan pengguna memahami halaman yang ditautkan.

Jenis anchor

JenisContohUntuk internal linkUntuk link dari luar
Deskriptif"cara mengecek canonical di Search Console"IdealIdeal bila alami
Judul halaman"Canonical Tag"Baik; wajar di hub dan breadcrumbBaik
Exact match"canonical tag" untuk halaman yang menarget persis ituBoleh, jangan satu-satunyaBerisiko bila dipaksakan massal (pola link spam)
Partial match"panduan canonical yang lebih lengkap"BaikAlami
Brand"Mas Ahmad Safwan"Untuk link ke berandaPaling umum dan alami
Generik"klik di sini", "baca selengkapnya", "di sini"HindariTidak bisa dikontrol; biarkan
URL mentah"https://www.example.com/technical-seo/canonical/"HindariWajar di kutipan
GambarAlt text gambar jadi anchorPastikan alt-nya deskriptifSama

Cara menulis anchor yang baik

  1. Anchor harus masuk akal kalau dibaca sendirian. Uji: kalau semua link di halaman didaftar tanpa kalimatnya, apakah tiap anchor menjelaskan ke mana ia pergi? Pembaca screen reader memang sering menavigasi begitu.
  2. Sebutkan apa yang akan didapat, bukan aksinya. "Lihat tabel perbandingan 301 dan 302" lebih baik dari "lihat di sini".
  3. Panjang secukupnya. Dua sampai delapan kata biasanya cukup. Menautkan seluruh kalimat mengaburkan bagian mana yang menjelaskan tujuan.
  4. Variasi alami. Halaman yang sama ditautkan dari sepuluh tempat sebaiknya punya beberapa anchor berbeda yang semuanya benar, karena itu yang terjadi kalau orang menulis tanpa memikirkan SEO.
  5. Jangan menautkan kata yang tidak menggambarkan tujuan. "Seperti dijelaskan sebelumnya" memberi anchor "sebelumnya" ke halaman tujuan.

Anchor sebagai sinyal, dan batasnya

Untuk internal link, anchor adalah cara kita memberi tahu Google keyword apa yang relevan dengan halaman tujuan, dan Google memakainya. Tapi ini sinyal yang mudah dimanipulasi, sehingga Google membatasi bobotnya dan mengenali pola tidak wajar: ratusan link dengan anchor exact-match yang identik lebih mirip pola spam daripada situs yang ditulis manusia. Untuk link dari situs lain, anchor exact-match massal adalah salah satu tanda link scheme dalam kebijakan spam Google. Praktisnya: tulis anchor untuk pembaca, dan sinyal untuk mesin akan mengikuti.

Anchor dan konteks di sekitarnya

Google tidak hanya membaca anchor; kalimat di sekitar link juga dipakai untuk memahami hubungan. Ini alasan link kontekstual di dalam paragraf bernilai lebih tinggi daripada daftar link telanjang: "Kalau canonical menunjuk ke URL yang redirect, Google biasanya mengikuti redirect-nya" menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua halaman, bukan sekadar "halaman ini terkait".

Cara audit anchor text

  • Crawl situs, ekspor semua internal link beserta anchor-nya (di Screaming Frog: Bulk Export → Links → All Inlinks).
  • Hitung proporsi anchor generik ("baca selengkapnya", "klik di sini", "selengkapnya", "di sini", "lihat"). Di atas 10% biasanya berasal dari template yang bisa diperbaiki sekali untuk semua.
  • Untuk tiap halaman penting, lihat daftar anchor unik yang menautkannya. Kalau hanya satu anchor, tambah variasi di link kontekstual. Kalau ada anchor yang salah (menautkan ke halaman A dengan anchor tentang B), perbaiki tujuannya.
  • Periksa link gambar tanpa alt: anchor-nya kosong.
  • Di template, ganti tombol "Baca selengkapnya" dengan judul halaman sebagai anchor, atau minimal beri aria-label yang deskriptif.

Rujukan

  1. Link best practices: anchor text placement and writing Google Search Central
  2. Spam policies: link spam Google Search Central
  3. WCAG 2.2: Link Purpose (In Context) W3C

Tentang penulis

Ahmad Safwan menulis dan mendokumentasikan pembelajaran tentang SEO, technical SEO, search visibility, dan perkembangan AI Search di situs ini. Koreksi dan pertanyaan lewat halaman kontak.

Lanjut membaca

  • Internal linkpemula

    Jenis link, prinsip penempatan, dan cara audit dengan crawler.

  • Orphan pagemenengah

    Penyebab, cara menemukannya dengan membandingkan crawl dan sitemap, dan perbaikannya.

  • Crawl depthmenengah

    Cara mengukur kedalaman, ambang yang masuk akal, dan cara mendangkalkan struktur tanpa merusak taksonomi.