Site Architecture pemula
Internal Link
Internal link adalah satu-satunya sinyal ranking yang sepenuhnya di bawah kendali kita dan bisa diubah hari ini tanpa meminta siapa pun. Itu sebabnya ia layak diperlakukan sebagai sistem yang dirancang, bukan widget "artikel terkait" yang dipasang lalu dilupakan.
Internal link adalah link dari satu halaman ke halaman lain di domain yang sama. Fungsinya tiga: membantu crawler menemukan halaman (discovery), memberi tahu mesin pencari hubungan dan kepentingan relatif antar-halaman (lewat jumlah link dan anchor text), dan membantu pembaca berpindah ke informasi berikutnya yang mereka butuhkan.
Jenis internal link dan bobotnya
| Jenis | Contoh | Nilai untuk discovery | Nilai sebagai sinyal konteks |
|---|---|---|---|
| Navigasi utama | Menu header | Tinggi (ada di semua halaman) | Rendah (anchor sama di mana-mana, tidak spesifik) |
| Breadcrumb | Beranda / Technical SEO / Canonical | Tinggi | Sedang (menyatakan hierarki) |
| Kontekstual | Link di dalam paragraf isi | Sedang | Tinggi (anchor dan kalimat sekitarnya menjelaskan hubungan) |
| Daftar di hub | Daftar panduan di halaman hub | Tinggi | Sedang-tinggi (anchor = judul halaman) |
| "Terkait" / "lanjut membaca" | Blok di bawah artikel | Sedang | Rendah kalau otomatis dan acak; sedang kalau dipilih |
| Footer | Link di kaki halaman | Tinggi | Sangat rendah |
| Sidebar / rail | Daftar halaman di silo yang sama | Sedang | Rendah-sedang |
Google tidak mendokumentasikan bobot per jenis, tapi konsisten menyatakan bahwa link di konten utama dengan anchor deskriptif membantu pemahaman, dan bahwa link boilerplate (menu, footer) dikenali sebagai boilerplate. Kesimpulan praktisnya: navigasi untuk discovery, link kontekstual untuk makna.
Prinsip penempatan
- Tiap halaman menautkan ke induknya dan induk menautkan balik. Ini minimum. Breadcrumb dan daftar di hub sudah memenuhinya.
- Tiap konsep yang disebut dan punya halaman, ditautkan sekali pada penyebutan pertama yang bermakna di isi. Tidak perlu setiap kali disebut.
- Link mengalir dua arah antar-halaman setara kalau hubungannya nyata. Canonical ↔ redirect ↔ sitemap adalah satu jaringan; tiap halaman menyebut yang lain di konteks yang tepat.
- Halaman baru mendapat link dari halaman lama pada hari diterbitkan. Menerbitkan halaman lalu menunggu "nanti ditautkan" adalah cara membuat orphan.
- Halaman yang menerima trafik terbanyak menautkan ke halaman yang paling ingin dinaikkan. Sinyal mengalir dari yang kuat ke yang lemah.
- Jalur ke halaman penting tidak bergantung pada satu link. Kalau satu halaman dihapus, tidak ada halaman lain yang jadi orphan.
Yang tidak perlu, atau merugikan
- Nofollow di link internal. Tidak menghemat apa pun dan bisa membuat halaman tujuan sulit ditemukan. Kalau halaman tidak ingin diindeks, pakai noindex di halamannya.
- Link yang dibuat lewat JavaScript tanpa
href.<span onclick>atau<a>tanpahrefbukan link bagi Googlebot. Pakai<a href="/url/">. - Ratusan link di satu halaman. Google pernah mencabut batasan "100 link", tapi halaman dengan 500 link di menu memberi sinyal yang sangat encer ke masing-masing.
- Link ke URL non-canonical. Menautkan versi dengan parameter atau tanpa garis miring akhir membuat Google menerima sinyal yang bertentangan dengan tag canonical. Semua internal link harus ke URL canonical.
- Anchor generik. "Baca selengkapnya" tidak memberi tahu apa pun. Lihat anchor text.
- Blok "artikel terkait" acak. Kalau algoritmanya "5 artikel terbaru" atau "acak dari kategori yang sama", nilainya untuk konteks nol dan hasilnya berubah tiap crawl.
Cara audit internal link
Crawler desktop adalah alat utamanya. Yang dicari:
| Ekspor | Yang dicari | Tindakan |
|---|---|---|
| Inlinks per URL | Halaman penting dengan inlink sedikit; halaman tidak penting (tag, arsip) dengan inlink banyak | Tambah link kontekstual ke yang penting; kurangi atau noindex yang tidak penting |
| Anchor text per URL | Halaman yang hanya ditautkan dengan anchor generik atau dengan satu anchor yang persis sama ratusan kali | Variasikan dengan anchor deskriptif yang alami |
| Link ke non-200 | Internal link ke 404, 3xx (chain), atau ke URL yang canonical-nya berbeda | Perbarui link ke tujuan akhir |
| Crawl depth | Halaman penting di kedalaman ≥ 4 | Tautkan dari hub atau beranda |
| Crawl vs sitemap | URL di sitemap yang tidak ditemukan crawl | Ini orphan; tautkan dari halaman yang relevan |
Di Search Console, laporan Links menampilkan "Top linked pages" internal menurut Google. Angkanya bukan hitungan lengkap, tapi urutannya menunjukkan halaman mana yang Google anggap paling ditautkan, dan itu yang penting.
Contoh: satu paragraf dengan link yang baik
Bandingkan dua versi paragraf dari halaman tentang halaman yang tidak terindeks.
Kalau URL berstatus "Crawled – currently not indexed", Google sudah mengambil
halamannya. Baca selengkapnya di sini. Untuk kasus lain, cek artikel ini.Kalau URL berstatus <a href="/search-console/crawled-currently-not-indexed/">Crawled –
currently not indexed</a>, Google sudah mengambil halamannya dan menolak mengindeks;
masalahnya di halaman, bukan di crawl. Kalau statusnya
<a href="/search-console/discovered-currently-not-indexed/">Discovered – currently not
indexed</a>, Google belum mengambilnya sama sekali, dan yang perlu diperiksa adalah
<a href="/site-architecture/crawl-depth/">kedalaman</a> dan jumlah link ke URL itu.Rujukan
- SEO Starter Guide: links Google Search Central
- Link best practices for Google Google Search Central
- Links report Search Console Help