Mas Ahmad SafwanSEO & AI Search Knowledge Base Cari
Menu

Site Architecture pemula

Internal Link

Internal link adalah satu-satunya sinyal ranking yang sepenuhnya di bawah kendali kita dan bisa diubah hari ini tanpa meminta siapa pun. Itu sebabnya ia layak diperlakukan sebagai sistem yang dirancang, bukan widget "artikel terkait" yang dipasang lalu dilupakan.

Oleh Diterbitkan 4 menit baca

Internal link adalah link dari satu halaman ke halaman lain di domain yang sama. Fungsinya tiga: membantu crawler menemukan halaman (discovery), memberi tahu mesin pencari hubungan dan kepentingan relatif antar-halaman (lewat jumlah link dan anchor text), dan membantu pembaca berpindah ke informasi berikutnya yang mereka butuhkan.

JenisContohNilai untuk discoveryNilai sebagai sinyal konteks
Navigasi utamaMenu headerTinggi (ada di semua halaman)Rendah (anchor sama di mana-mana, tidak spesifik)
BreadcrumbBeranda / Technical SEO / CanonicalTinggiSedang (menyatakan hierarki)
KontekstualLink di dalam paragraf isiSedangTinggi (anchor dan kalimat sekitarnya menjelaskan hubungan)
Daftar di hubDaftar panduan di halaman hubTinggiSedang-tinggi (anchor = judul halaman)
"Terkait" / "lanjut membaca"Blok di bawah artikelSedangRendah kalau otomatis dan acak; sedang kalau dipilih
FooterLink di kaki halamanTinggiSangat rendah
Sidebar / railDaftar halaman di silo yang samaSedangRendah-sedang

Google tidak mendokumentasikan bobot per jenis, tapi konsisten menyatakan bahwa link di konten utama dengan anchor deskriptif membantu pemahaman, dan bahwa link boilerplate (menu, footer) dikenali sebagai boilerplate. Kesimpulan praktisnya: navigasi untuk discovery, link kontekstual untuk makna.

Prinsip penempatan

  1. Tiap halaman menautkan ke induknya dan induk menautkan balik. Ini minimum. Breadcrumb dan daftar di hub sudah memenuhinya.
  2. Tiap konsep yang disebut dan punya halaman, ditautkan sekali pada penyebutan pertama yang bermakna di isi. Tidak perlu setiap kali disebut.
  3. Link mengalir dua arah antar-halaman setara kalau hubungannya nyata. Canonical ↔ redirect ↔ sitemap adalah satu jaringan; tiap halaman menyebut yang lain di konteks yang tepat.
  4. Halaman baru mendapat link dari halaman lama pada hari diterbitkan. Menerbitkan halaman lalu menunggu "nanti ditautkan" adalah cara membuat orphan.
  5. Halaman yang menerima trafik terbanyak menautkan ke halaman yang paling ingin dinaikkan. Sinyal mengalir dari yang kuat ke yang lemah.
  6. Jalur ke halaman penting tidak bergantung pada satu link. Kalau satu halaman dihapus, tidak ada halaman lain yang jadi orphan.

Yang tidak perlu, atau merugikan

  • Nofollow di link internal. Tidak menghemat apa pun dan bisa membuat halaman tujuan sulit ditemukan. Kalau halaman tidak ingin diindeks, pakai noindex di halamannya.
  • Link yang dibuat lewat JavaScript tanpa href. <span onclick> atau <a> tanpa href bukan link bagi Googlebot. Pakai <a href="/url/">.
  • Ratusan link di satu halaman. Google pernah mencabut batasan "100 link", tapi halaman dengan 500 link di menu memberi sinyal yang sangat encer ke masing-masing.
  • Link ke URL non-canonical. Menautkan versi dengan parameter atau tanpa garis miring akhir membuat Google menerima sinyal yang bertentangan dengan tag canonical. Semua internal link harus ke URL canonical.
  • Anchor generik. "Baca selengkapnya" tidak memberi tahu apa pun. Lihat anchor text.
  • Blok "artikel terkait" acak. Kalau algoritmanya "5 artikel terbaru" atau "acak dari kategori yang sama", nilainya untuk konteks nol dan hasilnya berubah tiap crawl.

Crawler desktop adalah alat utamanya. Yang dicari:

EksporYang dicariTindakan
Inlinks per URLHalaman penting dengan inlink sedikit; halaman tidak penting (tag, arsip) dengan inlink banyakTambah link kontekstual ke yang penting; kurangi atau noindex yang tidak penting
Anchor text per URLHalaman yang hanya ditautkan dengan anchor generik atau dengan satu anchor yang persis sama ratusan kaliVariasikan dengan anchor deskriptif yang alami
Link ke non-200Internal link ke 404, 3xx (chain), atau ke URL yang canonical-nya berbedaPerbarui link ke tujuan akhir
Crawl depthHalaman penting di kedalaman ≥ 4Tautkan dari hub atau beranda
Crawl vs sitemapURL di sitemap yang tidak ditemukan crawlIni orphan; tautkan dari halaman yang relevan

Di Search Console, laporan Links menampilkan "Top linked pages" internal menurut Google. Angkanya bukan hitungan lengkap, tapi urutannya menunjukkan halaman mana yang Google anggap paling ditautkan, dan itu yang penting.

Bandingkan dua versi paragraf dari halaman tentang halaman yang tidak terindeks.

Sebelum: dua link, nol informasi di anchor
Kalau URL berstatus "Crawled – currently not indexed", Google sudah mengambil
halamannya. Baca selengkapnya di sini. Untuk kasus lain, cek artikel ini.
Sesudah: tiga link, tiap anchor menyatakan tujuannya, kalimatnya menjelaskan hubungan
Kalau URL berstatus <a href="/search-console/crawled-currently-not-indexed/">Crawled –
currently not indexed</a>, Google sudah mengambil halamannya dan menolak mengindeks;
masalahnya di halaman, bukan di crawl. Kalau statusnya
<a href="/search-console/discovered-currently-not-indexed/">Discovered – currently not
indexed</a>, Google belum mengambilnya sama sekali, dan yang perlu diperiksa adalah
<a href="/site-architecture/crawl-depth/">kedalaman</a> dan jumlah link ke URL itu.

Rujukan

  1. SEO Starter Guide: links Google Search Central
  2. Link best practices for Google Google Search Central
  3. Links report Search Console Help

Tentang penulis

Ahmad Safwan menulis dan mendokumentasikan pembelajaran tentang SEO, technical SEO, search visibility, dan perkembangan AI Search di situs ini. Koreksi dan pertanyaan lewat halaman kontak.

Lanjut membaca

  • Anchor textpemula

    Jenis anchor, cara menulis yang deskriptif, dan pola yang perlu dihindari.

  • Orphan pagemenengah

    Penyebab, cara menemukannya dengan membandingkan crawl dan sitemap, dan perbaikannya.

  • Crawl depthmenengah

    Cara mengukur kedalaman, ambang yang masuk akal, dan cara mendangkalkan struktur tanpa merusak taksonomi.